Janitri The Origin

Salah satu dari ribuan jenis pohon yang ada di Indonesia adalah pohon Ganitri (sebutan lain Janitri, Genitri dan Jenitri) yang nama latinnya Elaeocarpus ganitrus. Pohon ini tumbuh di Asia-Asia Tenggara, seperti India, Nepal, China bagian Selatan, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia, bahkan Australia.

Biji pohon Ganitri disebut Rudraksa, dimana rudra berarti Dewa Syiwa dan aksa berarti mata, sehingga arti keseluruhannya adalah Mata Syiwa. Berdasarkan mitologi, pada suatu saat air mata Dewa Syiwa menitik, kemudian jatuh di bumi dan tumbuh menjadi pohon Ganitri. Rudraksa merupakan buah kesayangan Syiwa dan dianggap tinggi kesuciannya, oleh karena itu dipercaya dapat membersihkan dosa setiap pria atau wanita, tua ataupun muda dengan melihat, menyentuh, maupun dengan memakainya.

Biji Ganitri tidak hanya sekedar alat hitung dalam berdoa seperti tasbih bagi kaum Muslim atau Rosario bagi umat Nasrani, namun juga maanfaat lain. Berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan, Rudraksa dapat memberikan efek biomedis dan bio-elektomagnetis yang secara umum bagus bagi kesehatan, bahkan kesegaran ruangan.

Walaupun pohon ini tidak begitu dikenal masyarakat, ternyata Indonesia memasok 70% kebutuhan Ganitri dunia yang diekspor dalam bentuk butiran biji, sisanya 20% dari Nepal, dan India, Negara paling banyak menggunakan Rudaksa hanya memproduksi 5%. Biji Ganitri secara fisik wujudnya sangat keras sehingga awet, bisa digunakan untuk 8 generasi. Selain ukuran, setiap biji memiliki jumlah lekukan atau mukhi yang berbeda, mulai dari 1 hingga 11 mukhi yang memiliki perbedaan nama atau sebutan. Semakin banyak mukhi, harga Rudraksa semakin tinggi.

Comments